Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung terutama ditopang oleh Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh signifikan mencapai 87,86% (yoy), lebih tinggi dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 1,83% (yoy).

Peningkatan kinerja Ekspor Barang dan Jasa disebabkan membaiknya ekspor komoditas timah paska permasalahan tata kelola timah pada periode sebelumnya.

Selain itu, ekspor komoditas utama yaitu CPO, karet, produk ikan dan udang juga turut mengalami peningkatan. Kinerja positif ekonomi Bangka Belitung juga ditopang oleh Konsumsi LNPRT (Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga) yang tumbuh sebesar 3,35% (yoy) dan Konsumsi Rumah Tangga yang tetap tumbuh sebesar 1,74% (yoy).

Meningkatnya kinerja Konsumsi LNPRT dipicu oleh perayaan hari besar keagamaan seperti Imlek, Cengbeng, Ramadan dan Idulfitri yang meningkatkan kegiatan lembaga keagamaan, sosial dan organisasi masyarakat.

Baca Juga  Dorong Ekonomi Babel Tetap Tumbuh, BEKISAH 2026 Kembali Hadir di Masjid Kubah Timah

Tumbuhnya komponen ini juga didukung oleh persiapan Pilkada ulang di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, meningkatnya kinerja Konsumsi Rumah Tangga didorong oleh pulihnya pendapatan masyarakat akibat membaiknya harga komoditas utama seperti timah, kelapa sawit dan karet, mulai masuknya musim panen raya, meningkatnya kinerja perdagangan selama Ramadan; serta pencairan THR.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyatakan keyakinannya terhadap kinerja ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus meningkat ke depan, melalui sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah dan mitra strategis lainnya.

Optimisme ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2025 yang tetap berada di level optimis sebesar 115,08. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terhadap perkiraan kegiatan usaha, perkiraan penghasilan dan ketersedian lapangan kerja di 6 (enam) bulan mendatang juga menunjukkan level optimis sebesar 116,00.

Baca Juga  RDP Bersama Pj Gubernur dan Akademisi, DPRD Dorong Ekonomi Babel Tumbuh

Hal ini sejalan dengan mulai membaiknya kinerja Pertambangan dan Penggalian yang telah kembali melakukan ekspor timah. Pemulihan sektor ini diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat.

Di sisi lain, reaktivasi Bandara H.AS Hanandjoeddin sebagai bandara internasional dan dibukanya keran investasi di Bangka Belitung diharapkan menjadi katalis tambahan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah serta mitra strategis lainnya melalui pengembangan sektor pariwisata, pertanian dan perikanan, UMKM, ekonomi keuangan syariah, dan digitalisasi sistem pembayaran.

Berbagai inisiatif dan pelaksanaan event strategis diharapkan akan membuka akses lebih luas pada sumber ekonomi unggulan.

Baca Juga  Ekonomi Babel Naik 4,60 Persen pada Triwulan I 2025

“Sinergi tersebut menjadi langkah strategis dan taktis untuk memperkuat stabilitas, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tutupnya.**