“Alhamdulillah, rata-rata pendapatan pembudidaya kepiting bakau sudah Rp3,7 juar per orang setiap bulan, dan produksi bisa meningkat hingga 1950 kilogram di tahun 2024,” ucapnya.

Inovasi ketiga, datang dari Bappelitbangda Bangka Tengah yaitu progam Mangrove di Desa Kurau Barat Kecamatan Koba.

Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah, Joko Triadhi mengatakan, Mangrove mempunyai fungsi utama menjaga keseimbangan lingkungan.

Di sisi lain, Bappelitbangda Bangka Tengah melihat hutan mangrove di Kurau Barat mempunyai nilai ekonomi yang luar biasa seperti wisata alam, budidaya perikanan dan produk makanan/minuman.

“Selain menjaga kelestarian lingkungan, kita juga bisa mendapatkan nilai tambahan dari mangrove tersebut. Tentu dengan konsep pelibatan masyarakat,” ujarnya.

Mangrove Munjang Kurau Barat menyediakan wisata alam yang indah dengan nuansa mangrove di dalam hutan yang masih terjaga keasriannya.

Baca Juga  Defisit Anggaran, DPUTRP Bangka Tengah Andalkan Kolaborasi Balai Nasional untuk Genjot Infrastruktur

Pengunjung per kelompok empat orang bisa menikmati adrenalin naik perahu di alur sungai sembari memandang hutan mangrove yang indah.

Hanya bermodalkan biaya paket menginap Rp250 ribu per kelompok, pengunjung bisa menginap di kamp (tenda) di dalam hutan mangrove berikut santapan makanan budidaya perikanan dan kelapa hijau.

Jika menambah budget Rp100 ribu, pengunjung bisa menikmati pemandangan kunang-kunang bersinar di dalam hutan mangrove yang telah disediakan.

Selain wisata alam, Bappelitbangda Bangka Tengah juga menambah nilai ekonomi lainnya seperti budidaya udang vaname dan tempat edukasi tentang mangrove.

“Goalnya, kami ingin menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat, yang bisa mendapatkan penghasilan untuk masyarakat dari aktivitasnya sendiri,” katanya.

Baca Juga  Pagi Ini Ahmad Syarifullah Nizam Dilantik Jadi Sekda Bangka Tengah

Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perikanan dan Bappelitbangda yang telah berinovasi dan menciptakan program luar biasa.

Menurutnya, inovasi yang diciptakan oleh perangkat daerah tersebut membuat cukup kaget karena sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat.

“Luar biasa, mudah-mudahan semakin membuahkan hasil, masuk nominasi inovasi terbaik di Provinsi Bangka Belitung dan pada akhirnya masuk ke tingkat nasional,” harapnya.