Praktik penambangan laut yang dilakukan tanpa memikirkan prinsip keberlanjutan juga mengancam eksploitasi sumber daya perikanan.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan ini, diperlukan kebijakan yang efektif dan berfokus pada pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Salah satu pendekatan yang relevan adalah melibatkan nelayan secara aktif dalam pengembangan dan penerapan kebijakan perikanan melalui metode kolaboratif yang menggabungkan pemerintah daerah, kelompok nelayan, lembaga non-pemerintah, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Kebijakan ini sebaiknya dirancang dengan memperhatikan kearifan lokal dan praktik tradisional masyarakat pesisir dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.

Para nelayan di Bangka Selatan memainkan peran yang sangat penting, tidak hanya dalam produksi perikanan tetapi juga dalam pelestarian nilai-nilai budaya maritim lokal yang sangat berkontribusi terhadap identitas sosial masyarakat.

Baca Juga  Mendongkrak Ekonomi Bangka Belitung Melalui Sektor Perikanan dan Kelautan

Selain itu, peran mereka dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional menegaskan pentingnya perlindungan dan pemberdayaan komunitas nelayan sebagai aktor utama dalam pembangunan kawasan pesisir.

Oleh karena itu, strategi yang diterapkan untuk memperkuat sektor perikanan di Bangka Selatan harus mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan melalui pelatihan teknis dan manajerial, memperluas akses ke teknologi yang tepat, serta memperkuat institusi lokal yang mendukung pengelolaan kawasan konservasi laut.

Langkah-langkah ini dapat menjadi dasar untuk menciptakan sistem perikanan yang inklusif, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan sosial-ekologis yang dihadapi sekarang dan di masa mendatang.