Kelekak Batu
Botol-botol tersebut bukan tanpa arti bagi Buyut Syam. Namun boto-botol tersebut disusun secara apik di taman bunganya sehingga memberikan warna dan pemandangan yang semakin unik.
Begitulah eksistensi Kelekak Batu yang telah memberikan warna sejarah di Belinyu oleh sosok Buyut Syam.
Masih Nampak terlihat dan bisa disaksikan oleh orang sekarang bekas-bekas taman yang dulu dibuat dan ditata. Seperti tangga-tangga batu granit yang tersusum sebagai akses menuju ke taman.
Aset Keluarga yang Jadi Aset Pemda
Lama setelah cerita unik pada zamannya, Kelekak Batu ratusan tahun kemudian beralih tuannya menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bangka.
Para pewaris keluaga Buyut Syamudin pada akhirnya menyerahkan aset tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bangka sekitar 5 tahun yang lalu dengan bukti berita acara serah terima hibah yang dilaksanakan di lokasi Kelekak Batu tersebut.
Besar harapan dari keluarga besar Buyut Syamudin asset yang diserahkan ini dapat lebih memberikan manfaat yang seluas-luarnya bagi masyarakat Belinyu.
Isu yang berkembang ketika selesai serah terima aset tersebut, akan dijadikan lokasi wisata kuliner. Tentunya pihak keluarga besar Buyut Syam merasa gerbira dengan rencana itu.
Sungguh menarik memang, jika lokasi itu dijadikan wisata kuliner. Lokasinya yang strategis di tengah Kota Belinyu.
Mudah dijangkau dan memiliki kontur yang cantik dengan bebatuan granit serta ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman buah-buahan seperti durian manggis rambutan, cempedak duku dan masih banyak yang lain.
Memang tidak bisa disangkal, jika Pemerintah Kabupaten Bangka agak kesulitan secara paripurna untuk mendanai pemanfaatan asset tersebut.
Malapetaka covid 19 yang melanda dunia selama 2 tahun lebih, menyebabkan Pemda Bangka harus konsentrasi menanggulangi wabah tersebut. Sehingga anggaran APBD terkonsentrasi ke sana.
Selanjutnya di tengah kondisi perekonomian Bangka Belitung yang belum baik-baik saja juga menjadi penyumbang untuk sulitnya merealisasikan keinginan yang semula sempat direncanakan.
Namun ada jalan lain yang nampaknya bisa ditempuh dan sebagai alternative solusi. Seperti Kerja sama dengan pihak ketiga atau swasta.
Dengan perencanaan yang baik, perjajian kerja sama yang saling menguntungkan satu sama lain serta peran serta masyarakat sekitar sebagai sumber daya manusia, bukan mustahil keinginan yang semulah direncanakan akan membawakan implikasi yang positif dalam mewujudkan niat dan tekat keluarga besar Buyut Syamudin yang dengan segala keikhlasan telah menyerahkan aset tersebut kepada Pemda Bangka.
Niat dan tekad yang kuat yang disematkan dalam upaya menghibahkan asetnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangka adalah dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam rantai ekonomi masyarakat Kabupaten Bangka dan lebih khusus lagi kepada warga masyarakat Kecamatan Belinyu.
Kelekak Batu, kelekak yang fenomenal dalam sejarah keluarga besar Buyut Syamudin. Harta peninggalan yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar untuk orang yang lebih banyak menikmatinya. Akankan niat dan tekad keluarga besar dapat terwujud?
Tinggallah Pemerintah Kabupaten Bangka yang dapat memikirkannya dan berupaya untuk merealisasikannya sesuai dengan kemampuan yang ada dan jurus kolaborasi yang saling menguntungkan semua pihak.
(Tulisan ini dibuat sebagai pengingat siapapun pemimpin Kabupaten Bangka ke depan agar jangan sampai lalai dan mengecewakan keluarga besar Buyut Syamudin dengan segala keikhlasan dan tekad yang kuat untuk menghibahkan aset keluarga tersebut.)
