Silat Gaib Penguasa Hutan Lalang Tunu
Karya: Yoelchaidir
Matahari tersenyum mengucap salam di ufuk timur di antara awan awan putih tak berarak.
Sebagian sang bayu masih pulas dalam mimpinya di pagi itu.
Suasana sunyi sepi menyelimuti pekarangan pondok yang berhalaman luas.
bangunan kecil itu dikelilingi pagar bambu bambu sebagai pembatas pekarangan dengan kelekak yang kini menjadi usang tak terawat.
Adalah Aliman seorang kakek yang termasuk seorang jawara pada masanya yang tidak pernah belajar dan berguru namun bisa menguasai berbagai macam ilmu kanuragan dan pencak silat.
Kisah bermula saat Kakek Aliman yang berusia belum genap 3 bulan masih tertidur pulas dalam buaian ayunan.
“Nak, tidurlah yang lelap, ibu mau mencuci dulu ya,” kata sang ibu sambil mengoyangkan ayunan itu.
Ibunya yang setiap pagi mencuci baju di aliran sungai tepat pada balik rerimbunan bambu tak jauh dari halaman belakang pondok asri tempat tinggal mereka.
Pagi beranjak siang saat sang ibu pulang ke pondok setelah menyelesaikan pekerjaan harian sebagai seorang ibu rumah tangga terkejut bukan kepalang.
Sang bayi yang biasanya masih pulas dalam ayunan kini dalam gendongan seekor kera besar berwarna hitam kemerahan.
“Akhhhh…” teriak sang ibu.
Lama sang ibu terpaku tanpa kata dengan pandangan yang tak lazim.
Tiba-tiba ketakutan yang luar biasa menatap sang bayi yang kini dalam dekapan sang kera berwarna hitam kemerahan.
Sementara sang ayah yang terbiasa setelah salat Subuh sudah melakukan aktivitas menyadap karet yang terletak sekitar 50 depa dari samping pondok.
“Lepaskan anakku,” pinta ibu itu.
Melihat sang ibu yang kaku dalam tatapan penuh kepasrahan, dengan perlahan sang kera melepas kan sang bayi kembali ke ayunan dengan hati hati.
Malah terlihat penuh rasa kasih seakan mempunyai hubungan emosional antara keduanya.
