“Namun, kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. la menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks: disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita,” katanya.

Soleh meminta masyarakat turut menjaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah.

“Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” tuturnya.

Baca Juga  Ancam Teman Pakai 2 Pisau, Pria di Mentok Diringkus

Soleh menambahkan, Harkitnas dirayakan untuk memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, pemerintah mengajak masyarakat menelaah sisi sejarah di balik peringatan tersebut.

Pada 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahir perkumpulan Boedi Oetomo sebagai hari bangkitnya nasionalisme Indonesia.