“Kami juga melihat profil BuWagub yang semua datanya menerangkan bahwa beliau meraih gelar SH dan lulusan dari Universitas Azzahra tahun 2012. Padahal di PP Dikti terlihat jelas beliau kuliah tahun 2013 dan 2014 mengundurkan diri,” terang Siddik.

Menurut Siddik, sebagai aktivis mahasiswa Babel, dirinya bersama aktivis lainnya mengecam tindakan wagub Hellyana yang menggunakan gelar palsu di semua profil beliau baik di pemerintah, surat menyurat sebagai Wakil Gubernur Babel hingga media sosial pribadi.

“Kami sudah membuat laporan pengaduan dugaan gelar palsu yang digunakan oleh Bu Wagub dengan melampirkan bukti-bukti yang nyata ke SPKT Polda Babel tanggal 17 mei kemarin,” ujarnya.

Ia menambahkan, usai membuat laporan ke SPKT Polda Babel terkait permasalahan ini, pada 20 Mei kemarin dirinya mendapat teror dari orang yang tidak dikenal yang mengirimkan paket berisi pisau dan asbak rokok ke rumahnya, di mana sebelumnya dirinya juga menerima banyak panggilan telepon dari beberapa pihak.

Baca Juga  Abu Hairi Heran! Program Ketahanan Pangan Dicoret, Anggaran Mendatangkan Artis Ada

“Kami bukan orang suruhan dari pihak A atau pihak B dan tidak ada unsur politik dalam pengaduan kami. Kami murni melaporkan ini sebagai aktivis mahasiswa tanpa ada maksud atau tujuan menjatuhkan Bu Wagub. Kami tidak kenal Ibu sebelumnya hingga kini, kami hanya mencari kebenaran kenapa dengan mudahnya wakil kepala daerah menggunakan gelar tanpa menyelesaikan kuliahnya. Kami mohon penjelasan Bu Hellyana,” tutup Siddik.

Timelines.id berupaya mengonfirmasi Wagub Hellyana terkait statemen Ahmad Siddik. **