Kegiatan dilaksanakan secara hangat dan dialogis, agar materi mudah dipahami siswa. Peserta terdiri dari pengurus OSIS serta perwakilan kelas VII dan VIII.

Kepala SMP Negeri 1 Toboali menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin, sebagai upaya menjadikan sekolah ramah anak dan memperkuat posisi Bangka Selatan sebagai Kabupaten Layak Anak.

Menurut Sumindar, data inventarisasi menunjukkan bahwa persoalan anak di Bangka Selatan umumnya disebabkan oleh paparan informasi digital tanpa filter, pergaulan bebas tanpa kontrol, disharmoni keluarga, dan kemiskinan. “Jika kita tidak saling peduli, maka masa depan generasi penerus sangat terancam,”ujar Sumindar diruang kerjanya, Kamis (22/5/2025).

Program BERSINAR akan dilaksanakan hingga Desember 2025 dan ditargetkan menjangkau minimal 60 persen sekolah tingkat SD dan SMP di Bangka Selatan. Peta pembinaan juga akan disampaikan ke Dinas Pendidikan guna memperkuat koordinasi antar instansi.

Baca Juga  KPU Basel Peduli Generasi Bangsa, Sosialisasi hingga Santunan ke Panti Asuhan Aisyiah Toboali

Semua kegiatan dilakukan secara gratis dan hasil pelaksanaannya akan dievaluasi setiap bulan sebagai bagian dari penilaian kinerja bidang.

Sumindar juga meminta Kabid PPPA dan UPTD PPPA segera menyusun perangkat pelaksanaan kegiatan agar inovasi ini berjalan dengan maksimal.

“Harapan kami, seluruh sekolah di Kabupaten Bangka Selatan menjadi lingkungan yang bebas perundungan, ramah anak, serta menghasilkan generasi yang cerdas memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan hak-haknya sebagai anak,” tutup Sumindar.