Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) UBB, Al-Wishyach mengatakan tema Dies Natalis ke-19 tahun ini mencerminkan semangat rennaussance modern, dimana kampus menjadi pusat kebangkitan ilmu, seni dan inovasi dengan menekankan kolaborasi sbg kunci utama dalam menciptakan perubahan.

“Dengan tema tersebut kita menginisiasi sebuah perubahan dengan harapan jangan sampai di usia 19 tahun ini kita harus selalu mengevaluasi diri, kedepannya UBB seperti apa, dosen dan mahasiswanya juga seperti apa dan apa kebutuhan selanjutnya kita selalu coba mencari,” ujarnya.

Di hari pertama pembukaan ini ada kegiatan seminar nasional dan di hari kedua ada karnaval atau parade khusus yang diikuti semua Ormawa, civitas akademika dan para dosen yang masing-masing akan memunculkan identitas mereka.

Baca Juga  UBB dan MKKS on Camp, Upaya Wujudkan Satu Rumah Satu Sarjana

“Di parade ini mereka memunculkan apa ide yang di tonjolkan itu. Dan dihari ketiga ada UBB run yang diikuti lebih dari 500 peserta juga bazar UMKM. Dihari terakhir malam puncak sudah 3ribu tiket terjual karena ada musisi nasional,” ujarnya.

Wakil Presiden Mahasiswa, Azza Faulin Gani menambahkan, dengan perayaan Dies Natalis ke-19 tahun ini diharapkan UBB akan semakin maju dan berkembang.

“Masyarakat Babel mari meramaikan dan turut berpartisipasi di kegiatan puncak perayaan Dies natalis kami karena ada 50 tenant UMKM yang jika kita datang dan belanja akan membantu mereka untuk terus maju dan berkembang,” tutupnya.*