Walaupun menimbulkan kebisingan, itu menjadi proses pembuatan Ecoprint dengan wadah berupa tas yang hasipnya untuk peserta didik itu sendiri.

Sekitar satu jam, proses pembuatan selesai. Peserta didik mulai membuka plastik mika dan zat hijau daun yang ditempel menyatu dengan wadah. Kreasi peserta didik bermacam-macam, ada yang membuat nama dengan daun, menyusun daun secara vertikal dan horizontal dan serta perpaduan kreasi lainnya.

“Sangat seru, Pak. Ternyata begini cara membuatnya, dengan zat hijau daun,” ujar Zafeer salah satu siswa kelas V.
Begitu juga dengan kelas 1,2 dan 3 yang didampingi oleh orang tua.

Peserta didik sangat senang membuat karya karena ini merupakan proses bagian dari belajar dan berkarya.

Baca Juga  Batianus Soroti Dampak Ekspansi Ritel Modern terhadap Toko Kelontong Desa

Selanjutnya karya tersebut akan direndam dengan air tawas supaya zat hijau daun lebih tahan lama.