DSPPPA Basel akan Dampingi Saksi dan Korban Dugaan Asusila
Mencermati kejadian akhir-akhir ini, masyarakat juga jangan euforia dan latah, dengan istilah-istilah keren lembaga pendidikan, lantas tanpa pikir panjang, mempercayakan anak untuk gabung atau belajar.
“Ingat anak adalah investasi masa depan, yang harus dijaga dan dilindungi. Menyikapi pemberitaan akhir-akhir ini, terkait tidak asusila salah seorang oknum dari sebuah lembaga pendidikan yang belum terdaftar secara resmi, maka Pemerintah Bangka Selatan, melalui Dinas Sosial PPPA, mengutuk keras, kejadian tersebut, dan menjadi pelajaran berharga untuk kita semua,” imbuhnya.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dengan segala upaya akan melakukan pendampingan bagi saksi dan korban.
Lebih spesifik lagi, sesuai kewenangan kita telah membentuk Tim Internal, untuk membantu pemetaan Kasus tersebut, melakukan koordinasi pendampingan ke APH, pendampingan BAP, kemudian setelah itu home visit, Menyusun Rencana intervensi, Intervensi, terminasi, dan langkah lanjutan.
“Dan upaya saat ini, dalam pendampingan saksi dan korban telah melibatkan LPSK RI melalui Sahabat Saksi Dan Korban di Daerah.
Kejadian ini tetap akan diterbitkan Laporan Sosial dan di teruskan ke Kementerian PPPA,” ungkap Sumindar.
Terakhir, atas nama pemerintah daerah, kami mengimbau seluruh masyarakat, agar dapat selektif dalam mempercayakan putra-putrinya dalam belajar menggapai masa depan. Jangan mudah percaya dengan berbagai iklan pendidikan.
“DSPPPA sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Basel, Kemenag Basel dan berbagai stakesholder dalam pendampingan mendalam pada kejadian tersebut,” tutup Sumindar.
