“Atas kejadian ini, ke depan saya juga meminta agar dinas terkait, kecamatan dan desa terkait untuk berkala melakukan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing, apalagi lingkungan tumbuh kembang anak,” kata Riza, Sabtu (24/5/2025).

“Kita tentu mengecam tindakan pelaku tersebut. Ini bisa berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Saya meyakini bahwa kejadian di lembaga pendidikan keagamaan seperti ini, insyaallah tidak terjadi di lembaga pendidikan keagamaan yang lain di wilayah Bangka Selatan,” tambahnya.

Artinya, peristiwa ini hanyalah kasuistik. Bupati menyarankan agar masyarakat yang hendak menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Bangka Selatan, silakan dilanjutkan, karena memang pendidikan keagamaan juga memiliki keunggulan tersendiri.

Baca Juga  Serahkan LKPD ke BPK, Bupati Riza: Ini Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Baik

“Namun demikian, kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi semua dan masyarakat agar lebih hati-hati memilih tempat pendidikan untuk anak,” tutupnya.