Melayang di Ujung Takdir
Meski hati terbelah oleh gelisah yang dalam
Kutahan luka yang menoreh dalam diam
Harap yang tersisa bagai debu di angin malam
Melayang tanpa arah dalam sunyi yang kelam.
Adakah takdir datang untuk berpihak?
Bisakah sejenak berhenti memaksa asa
Tidak adakah cahanya di ujung lorong sana
Langkah terhenti, tertelan gelap yang tak jua reda.
Mungkin takdir tak pernah ingin berpihak
dan asa lelah kupaksa tanpa arah
Jika pun cahaya ada di ujung sana
ia terlalu jauh telah padam sebelum sempat kurasa
Halaman
1 2
