Padahal, politisi Gerindra ini menyebut, rencana penambangan itu sudah berkali-kali ditolak warga dengan menggelar aksi damai di beberapa tempat.

“Ada apa dengan PT Timah, sangat memaksakan sekali di laut Beriga ini. Kasian masyarakat, tolong didengar aspirasi mereka. Kami pun sepakat menolak tambang di Laut Beriga karena selama ini IUP yang dikerjakan PT Timah selalu hancur dan tidak sepenuhnya bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” terang wakil rakyat asal Bangka Selatan ini.

“Pada 29 April lalu, Pak Gubernur pun sepakat menolak tambang di Laut Beriga tetapi melihat kondisi seperti ini PT Timah tidak mengindahkan rekomendasi Pansus DPRD Babel. Teryata tetap diterbitkan SPK, siapa lagi yang mau kita dengar jika Pemprov dan DPRD Babel tidak diindahkan,” tutup Yogi.

Baca Juga  Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, PT Timah Bangun Tanjung Ular Farm Estate

Timelines.id berupaya mengonfirmasi PT Timah Tbk terkait pernyataan Anggota DPRD Babel Yogi Maulana.