Selain itu, Pelatuk merah sebanyak 1 individu (ekor), kadalan saweh, Ikan Bebeuw (Sundadanio gargula), Tempalak igik labu (Parosphromenus juelinae), Bebilis mirah (Paedocypris sp), Tempalak punggor (Betta schalerii), Tempalak budu (Betta chloropharyx), Kelik sulong (Encheloclarias tapeinopterus), Ikan belang baju (Eirmotus sp) dan Tempalak gambut.

Dengan menjaga keberadaan flora dan fauna ini, PT Timah turut berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem setempat.

“PT Timah berkomitmen untuk melakukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, salah satunya menjaga keanekaragaman hayati lokal sekaligus memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat,” ujar Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan.

Hutan Kota Mentok juga dimanfaatkan sebagai lokasi edukatif bagi pelajar untuk mempelajari pentingnya menjaga kelestarian alam secara langsung melalui kunjungan di kawasan ini.

Baca Juga  Sinergi dengan Pemerintah Daerah, PT Timah Dukung Pengembangan Generasi Muda Lewat Duta GenRe 2026

PT Timah secara berkelanjutan melakukan pemantauan dan perawatan terhadap kawasan hutan ini, termasuk penanaman pohon endemik, pengendalian spesies invasif, serta penyediaan sarana pendukung seperti jalur interpretatif dan papan informasi edukatif.

“Menjaga lingkungan bukan hanya soal tanggung jawab, tapi juga investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Hutan Kota Mentok adalah salah satu langkah nyata perusahaan dalam mewujudkan hal itu,” tambahnya.

Dengan keberadaan Hutan Kota Mentok, PT Timah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan konservasi alam, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya.(*)