“Proses hukum, kami serahkan semuanya kepada pihak kepolisian, dan rencananya pihak pengurus ponpes bersama para orang tua akan melakukan musyawarah terkait keberlangsungan ponpes ini,” pungkasnya.

Agung menceritakan terungkapnya kasu ini berawal dari percakapan antar santri

Para santri putra saling bercerita mereka diduga telah dicabuli oknum ustaz. Percakapan ini terdengar oleh santri putri.

“Para santri putri ini bercerita kepada ustazahnya mengenai apa yang ia dengar dari santri putra ini. Mungkin karena merasa takut akhirnya ustazah ini meminta bantuan dari ustaz pendamping santri pria atau pelapor,” jelasnya.

Setelah mendapatkan bukti dari korban, akhirnya salah satu pegajar ponpes melapor ke Polsek Payung.

“Setelah kami lakukan wawancara langsung ke para korban dan diakuinya sekitar 12 santri jadi korban,” tutup Agung

Baca Juga  Wabup Basel Kunjungi SD Pasca Dugaan Bullying, Harap Guru Peka dengan Psikologis Anak