Amin tahu persis karakteristik warga di desanya itu. Bukan kekayaan yang dicari masyarakat setempat melainkan untuk menyambung hidup dari hasil laut. Memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak-anak mereka untuk kehidupan yang lebih baik.

“Kalau laut desa tercemar, ini fatal yang akan terjadi. Tentu ya mematikan mata pencaharian warga kami kalau limbah dari kapal tidak dihentikan. Saya selaku anggota DPRD Babar akan membahas ini di kantor bersama nelayan, akan kita gelar RDP dalam waktu dekat,” ujarnya.

“Karena surat usulan RDP sudah masuk ke kita kemarin. Surat dari desa juga sudah diteruskan ke DPRD Babel. Jadi nanti saya akan ikut mendampingi ke provinsi. Karena memang kewenangan tambang dan laut sudah di provinsi juga, jadi ini tepat,” tambah Amin.

Baca Juga  Kodim Babar Dukung Kesejahteraan Petani di Parittiga

Politisi PKB tersebut berharap pejabat dan pihak-pihak berwenang mengambil langkah cepat menghentikan operasi KIP tersebut. Sampai persoalan yang menjadi keluhan nelayan Airnyatoh ini bisa ditampung dan dicarikan solusi agar tidak ada pihak yang dirugikan.

“Yang jelas dalam waktu dekat, ya akan kita RDP dulu di tingkat kabupaten di DPRD Babar. Nanti juga akan kami panggil dinas-dinas terkait, setidaknya bisa sama-sama mencari solusi agar kepentingan negara dan nelayan dapat ditampung, direalisasikan,” katanya.