“Sidak ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait harga bahan pokok,” ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga turut mendukung penyelenggaraan Operasi Pasar dan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang diorkestrasi oleh Pemerintah Provinsi.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus melakukan pemantauan perkembangan harga secara harian melalui Pusat lnformasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dapat dimanfaatkan dalam memonitor perkembangan harga pangan secara realtime.

Pada kerangka ketersediaan pasokan, Bank Indonesia terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Pada bulan Mei 2025, Bank Indonesia bersama TPID telah mendorong implementasi 4 (empat) Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam kerangka Business to Business (B2B) yaitu kerjasama antara AA Frozen (Kabupaten Belitung Timur) dengan CV Wahana Sejahtera Foods (Kota Bekasi) tentang Perdagangan Komoditas Daging Ayam Beku.

Baca Juga  Hati-hati! Kejari Pangkalpinang Telusuri Instansi Tak Bayar Pajak Kendaraan Dinas

Kedua, kerja sama antara AA Frozen (Kabupaten Belitung Timur) dengan CV Selamat Jaya (Kota Pangkalpinang) tentang perdagangan komoditas sapi. Ketiga, kerja sama antara Tako Cabe Dayat (Kota Pangkalpinang) dengan UD Restu Bumi (Kabupaten Banyuwangi) untuk komoditas cabai.

Keempat, kerja sama antara sumber bawang (Kota Pangkalpinang) dengan PT Sumber Bawang lndotrading (Kabupaten Brebes) untuk komoditas bawang merah.

Selanjutnya, hingga bulan Mei 2025, telah dilaksanakan kegiatan operasi pasar murah sebanyak 68 kali di seluruh wilayah di Bangka Belitung yang diorkestrasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun inisiatif dari masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota.

Bank Indonesia terus mendukung kegiatan operasi pasar dengan memfasilitasi distribusi pangan bagi distributor sehingga bahan pokok yang dijual di kegiatan operasi pasar lebih murah dibandingkan harga pasar.

Baca Juga  Gelar Diskusi Terbuka di Babel Business Forum (BBF) 2025, BI Babel Buka Layanan Konsultasi Produk Pembiayaan

“Melalui dukungan tersebut, diharapkan pelaksanaan operasi pasar murah menjadi lebih optimal dan memberikan manfaat secara meluas bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, GPM juga telah dilaksanakan sebanyak 16 kali di seluruh wilayah di Bangka Belitung, baik yang diorkestrasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, inisiatif dari masing-masing Pemerintah Daerah maupun inisiatif dari Badan Pangan Nasional. Bank Indonesia juga turut memfasilitasi penyelenggaraan GPM tersebut.

Dari sisi kelancaran distribusi, Bank Indonesia juga turut memfasilitasi distribusi pangan. Selama periode Januari s.d Mei 2025, Bank Indonesia telah memberikan fasilitasi distribusi pangan pada 15 (lima belas) kali penyelenggaraan operasi pasar yang diorkestrasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selanjutnya, Bank Indonesia juga memfasilitasi pengiriman daging sapi beku sebanyak 17,5 ton dari Jakarta ke Belitung Timur sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koperasi Pengendali lnflasi Daerah dan Perum Bulog Kantor Cabang Belitung.

Baca Juga  BPS Catat Belitung Timur Alami Deflasi 0,62 Persen

Dalam rangka implementasi komunikasi yang efektif, selama periode Januari s.d Mei 2025, telah dilaksanakan sebanyak 9 (sembilan) kali pertemuan High Level Meeting (HLM) TPID yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Daerah.

Selain itu, upaya pengendalian ekspektasi masyarakat juga dilakukan oleh TPID melalui komunikasi di media cetak, radio dan baliho milik Pemerintah Daerah.

Rommy menyampaikan dalam upaya pengendalian inflasi diperlukan kolaborasi erat antara TPID, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat agar inflasi tetap terjaga dalam sasaran nasional.

Dengan sinergi yang kuat, Bangka Belitung optimistis dapat mencapai inflasi yang rendah dan stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.*