Barak Militer untuk Anak Nakal: Langkah Tegas demi Masa Depan

Oleh: Muthi’ah Aina Fajrin – Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Akhir-akhir ini, publik dihebohkan dengan program barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini mengirim pelajar “nakal” ke barak militer untuk mendapatkan pembinaan.

Ini adalah langkah tegas yang menunjukkan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Di tengah merosotnya disiplin, rendahnya adab di lingkungan pendidikan, dan tingginya angka pelanggaran di kalangan pelajar, pendekatan berbasis kedisiplinan ala militer bisa menjadi terapi kejut yang efektif asal tetap dalam pengawasan dan tidak melanggar batas kemanusiaan.

Fenomena ini patut dibaca sebagai bentuk tanggap darurat sosial, bukan sekadar kebijakan kontroversial.

Baca Juga  Dilema Pertambangan: Antara Keuntungan Ekonomi dan Kerusakan Lingkungan

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk hukuman. “Ini bukan hukuman. Kami ingin anak-anak kembali ke jalur yang benar,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Di tengah masalah moral yang serius dan semakin tingginya perilaku buruk di kalangan remaja, tindakan nyata sangatlah diperlukan.

Inisiatif ini hadir sebagai jawaban cepat mengingat banyak institusi pendidikan kesulitan dalam mengelola siswa yang tidak lagi terpengaruh oleh peringatan atau hukuman. Program seperti ini menegaskan bahwa negara tidak tinggal diam dalam menghadapi krisis karakter remaja.