Dukung Stabilisasi Pasokan di Babel, Bank Indonesia – TPID Wujudkan KAD dengan Brebes dan Banyuwangi
“KAD ini merupakan tindaklanjut dari Kesepakatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPID) pada tanggal 31 Januari 2025 yaitu menjaga inflasi harga bergejolak (volatile food) dalam rentang 3,0%-5,0%,” kata Rommy.
Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang mewakili Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin menyampaikan bahwa KAD B2B dalam bentuk misi dagang ini merupakan kelanjutan dari Kesepakatan Bersama antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 2 September 2021 serta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Provinsi Jawa Timur pada tanggal 24 Mei 2022.
Lebih jauh Tarmin menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah bersama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan.
Bentuk konkrit kerjasama yang disepakati dalam KAD ini mencakup pengiriman cabai dari UD Restu Bumi (Banyuwangi) kepada Toko Dayat Cabe (Pangkalpinang), dengan volume mencapai 25 ton per bulan mulai Juni hingga Desember 2025.
Di samping itu, disepakati juga pengiriman bawang merah dari PT. Sumber Bawang Indotrading (Brebes) ke Sumber Bawang (Pangkalpinang), dengan kuantitas hingga 75 ton per bulan dalam periode yang sama.
Meskipun sudah terjalin kerjasama antara daerah, pelaku usaha tetap diimbau untuk mengutamakan hasil produksi lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan swasembada di daerah sendiri.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KAD ini, juga digelar Focus Group Discussion (FGD) dan Capacity Building mengenai upaya pengendalian inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
“Kedepan kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan pasokan pangan dan menjaga stabilitas harga di Bangka Belitung, tetapi juga membuka peluang kerja sama antar daerah yang lebih luas, termasuk dalam sektor investasi dan pariwisata,” tutup Rommy.**
