“Sebagai tulang punggung perekonomian nasional, UMKM telah menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ujarnya.

Oleh karena itu, transformasi digital UMKM diyakini sebagai langkah penting yang harus terus didorong agar UMKM dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan mampu memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun global.

Pesatnya penetrasi internet nasional yang mencapai 79% pada tahun 2024 telah membuka peluang luar biasa bagi UMKM. Melalui program ini, kenaikan kelas dan daya saing UMKM Bangka Belitung diharapkan dapat diwujudkan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi inspiratif terkait digital presence, digital onboarding, digital marketing, serta pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan bisnis mereka.

Baca Juga  PT Timah Dukung UMKM Mandiri Puding Besar

Praktik langsung juga difasilitasi melalui sesi pendampingan intensif oleh para praktisi dan expert marketplace, mencakup pembuatan konten digital, optimalisasi toko online, hingga strategi live selling yang efektif.

Rangkaian materi disajikan dalam format interaktif dan praktis, memastikan bahwa UMKM tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang langsung dapat diimplementasikan.

Selanjutnya, tahap monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkala menggunakan indikator terukur, seperti peningkatan volume penjualan digital dan penguatan brand awareness.

Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan optimal dan memberikan hasil nyata bagi para pelaku UMKM.

Dengan semangat Laskar Digital Babel, Bank Indonesia meyakini bahwa UMKM Bangka Belitung mampu menjadi teladan sukses transformasi digital di Indonesia.

Baca Juga  Dukung UMKM Naik Kelas, PT Timah Tbk Bekali UMKM Pahami Pengelolaan Keuangan

Kolaborasi, inovasi, dan kerja sama erat diyakini menjadi kunci bagi UMKM untuk berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.*