“Namun korban tidak kunjung membaik sehingga membutuhkan bantuan medis evacuation atau medevac untuk mendapatkan medical chackup lebih lanjut ke rumah sakit terdekat,” ungkap Kakansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa kepada wartawan.

Lebih lanjut, dengan rute kapal yang melintasi perairan Bangka Belitung, nahkoda kapal selanjutnya menghubungi Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi. Dari situlah, tim rescue berangkat dengan Kapal Negara (KN) SAR Karna 246.

“Tim SAR Gabungan yang terlibat ada dari Dokter dari Balai Karantina Kesehatan. Bakamla Babel dan Polairud Babel bergegas menuju titik pertemuan atau intercept yang telah di sepakati oleh kedua belah pihak,” kata I Made Oka Astawa.

“Jadi ketemu di koordinat 2° 3’49.37″S 106°17’25.56″E. Setelah kapal berhasil merapat, Tim SAR Gabungan lakukan pengecekan kondisi kesehatan korban bersama dokter dari Balai Karantina Kesehatan dengan dugaan korban mengalami usus buntu,” ungkapnya.

Baca Juga  Jelang Pemilu, BI Babel Waspadai Peredaran Uang Palsu

Saat itu, korban disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga pada pukul 01.10 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat untuk dirujuk menuju RS Siloam pangkalpinang.