“Saya meminta para kepala desa turut mengawal pendidikan usia dini di wilayah masing-masing. Kita butuh komitmen semua pihak. Pendidikan PAUD adalah fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Henky Wibawa dalam kesempatan tersebut.

Ia mengatakan, anak-anak usia PAUD saat ini adalah calon generasi emas yang harus disiapkan sejak dini. Baik dari sisi gizi maupun pendidikan. Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya peran Bunda PAUD di setiap jenjang dari tingkat nasional.

Hingga desa, dalam menyukseskan program ini. Menurut Henky Wibawa, ini bukan hanya program teknis pendidikan, tetapi strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada kualitas sumber daya manusia.

Dia bilang, pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun bertepatan dengan momentum Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2025/2026. Ia harap tahapan penerimaan siswa bisa dimanfaatkan untuk mendorong keikutsertaan anak usia PAUD secara menyeluruh.

Baca Juga  Isi Tablig Akbar di Kota Mentok, Ustaz Das'ad Latif Disambut Antusias Ribuan Jemaah

“Ini saat yang tepat untuk mulai mengawal prosesnya dari bawah. Kami harap tidak ada anak yang tertinggal dari sistem pendidikan sejak usia dini,” tukasnya.