Puluhan PIP Selam Garap Perairan Teluk Inggris
“Mungkin yang kerja di situ pindahan di Tembelok sama Keranggan kemarin pak. Karena lokasi itu sudah ditutup dan sekarang belum buka, mereka geser ke Teluk Inggris. Mungkin sambil nunggu Tembelok buka lagi,” katanya.
Meski demikian, dia mengaku aktivitas di kawasan itu sejauh ini memang tidak ada sistem kepanitian dan bendera. Hanya saja, masyarakat setempat saat ini ada mengambil persentase produksi timah dari hasil penambangan.
“Saya tidak tahu berapa persen ya, tapi katanya di atas 20 persen. Mungkin karena penambang sudah bekerja selama sekitar seminggu terlebih dulu sebelumnya tanpa kontribusi. Makanya ditarik fee di situ oleh warga,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat lainnya, Edi membenarkan sistem persentase yang diterapkan masyarakat. Di mana, hasil persentase itu disalurkan untuk warga, kampung dan tempat-tempat ibadah yang ada di daerah tersebut.
“Sepengetahuan saya pasir timah hasil penambangan dijual oleh penambang dan juga oleh masyarakat. Tapi sistem penjualan mereka tidak melibatkan ke satu bos timah atau dimonopoli satu orang, dia dijual bebas dan harganya 70.000 per kilo,” jelasnya.
