Hingga aku berdiri di bawah bulan di dasar air
Untuk pertama kalinya
aku melihat diriku, sebagai puisi yang utuh
Dan dari situ aku bersinar, bukan karena disorot
Tapi karena akhirnya aku mengizinkan diriku menjadi cahaya

Cahayaku indah, bukan sorot untuk memikat mata
Tapi nyala yang tumbuh, dari damainya menerima
Bahwa aku layak tenang, layak bahagia
Meski pernah hilang arah,
Meski pernah merasa tidak apa-apa
padahal sebenarnya hampa

Baca Juga  Satu Putaran Arah Jarum Jam