Aku berjalan menyusuri dermaga
Di antara bau garam dan batu basah
Mencari jejak yang ditinggalkan
Dari langkah yang rela letih,
Dari suara yang terdengar lirih

Debur sunyi ini
bukan sekadar bunyi air memecah karang
ia adalah bisik abadi
dari dua jiwa yang mengajariku mencintai tanpa suara, tapi mencintai seperti ombak yang tak pernah letih walau tak pernah dipilih

Baca Juga  Pantun: Jangan Bebulak