Dikatakan politikus Golkar ini, diketahui bersama warisan kepala daerah sebelumnya banyak jabatan strategis yang kosong atau tidak ada kepala dinas definitif menjabat sekarang.

“Jadi hanya bersifat pejabat sementara sebagai PLT, sehingga banyak rangkap jabatan, kalau dibiarkan banyak yang rangkap jabatan seperti ini apakah ini bisa melayani masyarakat dengan optimal,” ungkap Deddi Wijaya.

Menurut Deddi, satu orang ASN pegang dua jabatan, harus dapat membagi waktu untuk mengurus dua instansi yang dipegangnya.

“Jadi mereka belum tentu bisa bekerja secara maksimal dan juga dapat menghambat kinerja kepala dinas tersebut,” kata mantan Anggota DPRD Bangka Belitung periode 2014-2019 tersebut.

Dari alasan itu, Deddi mendukung bupati untuk segera mengisi jabatan yang strategis di Pemkab Bangka Barat.

Baca Juga  DW Targetkan Paslon Mandiri Minimal Raup 500 Suara pada PSU

“Saya percaya Bangka Barat ini sangat banyak pegawai berkompeten dan bekerja menjalankan visi misi bupati dan wakil bupati saat ini,” harapnya.