Pemkab dan ISB Atma Luhur Dorong ASN Basel Tingkatkan Kapasitas Pendidikan
Sementara itu, Dosen Pascasarjana, Dr. Yulianti, S.E., M.M., menyampaikan strategi menghadapi era ekonomi digital. Ia menekankan pentingnya kehadiran pelaku UMKM di media sosial dan marketplace untuk memaksimalkan penjualan.
“Tak perlu ragu untuk mulai berjualan. Banyak platform media sosial yang dapat dimanfaatkan. Setiap media sosial memiliki karakteristik penggunanya masing-masing. TikTok banyak digunakan oleh anak-anak muda, Instagram oleh pengguna berusia 20 hingga 40 tahun, dan Facebook biasanya digunakan oleh pengguna yang lebih tua,” ungkapnya.
Wakil Rektor I, Bambang Adiwinoto, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi digital berdasarkan pilar utama yakni infrastruktur, sumber daya manusia, iklim bisnis dan keamanan siber, penelitian, inovasi dan pengembangan usaha, pendanaan dan investasi, serta kebijakan dan regulasi.
“Salah satu alat digital yang dapat digunakan adalah live TikTok untuk berjualan. Ini dapat membantu mempercepat proses pengenalan produk. Saya biasanya melakukan live dari pukul 10 hingga 12 siang dan ditonton oleh ribuan orang,” katanya.
Kegiatan sosialisasi ini ditujukan kepada ASN dan masyarakat umum, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Bangka Selatan.
Program Pascasarjana ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme ASN sekaligus memberikan peluang bagi masyarakat umum untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Turut hadir dalam acara ini para Kasubag Kepegawaian dari masing-masing OPD di Kabupaten Bangka Selatan.
