Makaseh Pak Elfan
Setidaknya, Elfan ikut menyumbangkan sebuah tulisan dalam buku Arunika yang merupakan kumpulan tulisan dari tenaga pendidik dan kependidikan di SMPN 8 Toboali.
Yang terkini adalah penganugerahan Kabupaten Bangka Selatan sebagai Kabupaten pelestari Bahasa Daerah oleh Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah belum lama ini. Sebuah penganugerahan prestisius bagi daerah ini.
Ke depan, tentunya, siapa pun yang menakhodai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bukan hanya mampu menjaga prestasi yang telah terukir dan mengangkat nama daerah di panggung terhormat nasional, namun bisa menambah perbendaharaan prestasi dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang merupakan tupoksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu sendiri.
Apalagi pekerjaan rumah (PR) menunggu di depan mata. Rumah Adat Bangka Selatan dan sederet PR-lainnya dalam bidang pendidikan.
Dan itu perlu kolaborasi dengan semua pihak. Perlu kerja sama dengan semua stakeholder. Apakah itu para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, warga sekolah dan komunitas kebudayaan.
Kondisi Ini menyiratkan, bahwa tanpa adanya kesamaan cita-cita antara rakyat dan para pemangku kekuasaan maka tidak akan lahir hubungan dialogis dan saling percaya antara rakyat selaku pemberi mandat kekuasaan dan pemimpin sebagai penerima mandat.
Pada saat tertentu para pemegang kekuasaan perlu menjadi penunjuk jalan, pembimbing dan pelindung.
Dan pada suatu saat, pemimpin perlu minta petunjuk kepada rakyat.
Itulah hubungan simbiosis mutualisme antara pemimpin dan rakyat yang memberikan mandat kepada pemimpin untuk memimpin dengan rasa tulus iklas dan penuh suka cita serta kegembiraan yang amat hakiki.
Itulah simbol keberhasilan dan kesuksesan. Tanpa itu, jangan harap meninggalkan warisan besar untuk peradaban ini. Bisa jadi cuma sekadar tugas rutinitas tanpa legacy yang bermanfaat untuk publik.
Makaseh Pak Elfan.
