“Jadi setelah berlangsung hingga tahun ke empat ini, dan kali ini menjadi momentum kebangkitan, dengan dua basis yang diangkat, yakni pengolahan sampah organik Maggot BSF dan Lubang Resapan Biopori,” ujarnya.

Deyan perwakilan komunitas lingkungan asal kwarcap Bangka Perwakilan pelajar menyambut baik kegiatan pelatihan sampah dan melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar cara mengelola sampah dengan lebih baik, serta berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih.

Kami berharap juga antusias dalam praktik langsung dan berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk mengurangi sampah di lingkungan sekitar mereka, bahkan mungkin menciptakan peluang usaha dari hasil pengolahan sampah, terangnya

Senada Asisten II Setda Bangka, Muhtar menyampaikan, pelatihan kewirausahaan menjadi momentum bagi para pemuda serta pelajar untuk tidak selalu berpedoman setelah lulus sekolah harus menjadi pegawai pemerintahan.

Baca Juga  Karyawan PT Timah dan Warga Kelola Sampah dengan Bijak dan Bernilai Ekonomis

“Kegiatan ini suatu hal yang positif, para pemuda diajarkan cara berwisarusaha dan bisa menjadi semangat baru untuk bisa mengembangkan kreativitasnya di masa depan,” ucapnya.

Menurutnya, dari sampah bisa dikelola menjadi sebuah usaha yang menghasilkan ekonomi dan melalui kegiatan ini menjadi modal untuk menjadi pengusaha yang sukses.