Pelalu Barang Alus
“Ya, nanti sore saya buatkan kembali jembatan yang hanyut kemarin,” kata Iswar.
“Saya sudah nelpon Putra untuk bantu saya membuat kembali jembatan di belakang rumah kita. Jembatan in ikan kita pakai untuk ke toko biar lebih dekat,” jelas Iswar.
Sore itu dengan dibantu temannya, Iswar menyelesaikan jembatan kayu yang memang tidak begitu sulit untuk dikerjakan.
Sebab luas aliran sungai yang tidak seberapa lebar namun saat hujan turun, air dari hulu sangat lah deras melewati aliran sungai yang bermuara di laut Tanjung Ketapang itu.
Menurut kisah kisah terdahulu, memang jika jembatan atau pun jalan yang hanya setapak namun telah beberapa kali di lewati orang orang untuk membawa mayat, maka jangan sesekali untuk ditutup atau dibongkar sebab itu termasuk jalan using.
Menurut kepercayaan masyarakat bahwa jalan tersebut sering dilalui makhluk makhluk halus sebagai sarana untuk melintas.
Percaya atau tidak sebagai sarana berkomunikasi dengan manusia, terkadang para mahluk halus menyampaikan pesan lewat mimpi agar bisa membantu hal tertentu.
Begitu pula dengan yang dialami Wati dan Iswar beberapa hari yang lalu saat jembatan yang berada di belakang rumah mereka hanyut oleh banjir.
Iswar dan Wati telah beberapa kali bermimpi untuk segera membangun kembali jembatan yang menghubungkan kedua batas aliran sungai agar bisa dilewati.
Pelalu yang berarti jalan yang biasa dilalui atau dilintasi baik manusia atau pun mahluk halus.
Barang alus adalah sebutan untuk makhluk sakral yang tak nampak oleh mata dan hanya bisa dilihat oleh orang orang yang memiliki ilmu supranatural.
