Perkenalkan Pertanian Cerdas Berbasis AI & IoT, Telkom University Surabaya Transfer Teknologi di Desa Sari Rogo
Kegiatan ini pun menekankan pentingnya pertanian berkelanjutan untuk mendukung kemandirian pangan lokal.
Puncak acara adalah demonstrasi alat otomasi IoT yang dikembangkan tim. Alat canggih ini dibekali serangkaian sensor untuk memantau parameter krusial seperti kadar nutrisi (TDS), tingkat keasaman air (pH), kelembapan, dan suhu. Semua data tersebut dapat diakses secara real-time melalui website.
“Teknologi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan tanaman,” jelas Hendy Briantoro.
“Cara kerjanya, AI akan terus-menerus merekam dan mempelajari pola data historis, terutama data pH dan kadar nutrisi (TDS). Berdasarkan data itulah, sistem bisa memprediksi kondisi tanaman di masa depan, misalnya kapan waktu panen yang ideal atau memberikan rekomendasi jika nutrisi perlu ditambah. Ini membuat petani pemula sekalipun bisa bertani lebih efisien.”
Suasana menjadi hidup saat sesi diskusi dibuka. Warga Sari Rogo menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya seputar cara menanam hingga merawat tanaman hidroponik.
“Saya awalnya berpikir hidroponik itu sulit, tapi ternyata cukup sederhana setelah dijelaskan,” ujar salah satu peserta.
Untuk memacu keterlibatan, tim memberikan apresiasi berupa hadiah kepada peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik.
Lebih dari sekadar keterampilan baru, kegiatan ini berhasil membuka wawasan warga tentang potensi pertanian modern dalam mendukung ekonomi lokal.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu masyarakat mengelola pertanian secara lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus menginspirasi mereka untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Muhammad Adib Kamali.
Kegiatan ini mencakup pelatihan langsung system hidroponik, penyerahan perangkat pendukung, serta demonstrasi alat otomasi yang memungkinkan pemantauan dan pengelolaan pertumbuhan tanaman secara digital dan prediktif.
Program ini menjadi wujud kontribusi Telkom University Surabaya dalam mendukung ketahanan pangan local melalui pendekatan teknologi terapan yang praktis, efisien, dan berkelanjutan.
