Bahkan, di beberapa daerah, bagian tubuh binturong digunakan dalam pengobatan tradisional yang tidak berbasis ilmu pengetahuan (IUCN Red List).

Yang lebih menyedihkan, sebagian besar masyarakat masih belum mengenal keberadaan binturong, apalagi memahami peran ekologisnya. Kurangnya pengetahuan ini berujung pada ketidakpedulian, bahkan turut mendorong perburuan.

Di sinilah pentingnya edukasi publik mengenai keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga spesies-spesies “tidak terkenal” seperti binturong. Tanpa pemahaman yang menyeluruh, upaya konservasi akan kehilangan dukungan akar rumput yang sangat vital.

Namun tidak semua berita tentang binturong bersifat muram. Di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Bangka Belitung, terdapat masyarakat adat yang justru menghormati binturong sebagai bagian dari budaya dan spiritualitas mereka.

Baca Juga  Peran Guru dalam Pandangan Ki Hajar Dewantara

Mereka percaya bahwa binturong adalah makhluk yang tidak boleh diganggu, diburu, apalagi dimakan. Kearifan lokal seperti ini seharusnya menjadi model pelestarian berbasis budaya, yang dapat diintegrasikan dengan pendekatan ilmiah dalam konservasi.

Kolaborasi antara masyarakat adat, peneliti, dan pemerintah merupakan strategi yang menjanjikan untuk menyelamatkan spesies-spesies seperti binturong dari kepunahan (Mongabay Indonesia).

Untuk itu, kita perlu mendorong upaya konservasi yang lebih kuat dan terkoordinasi, mulai dari perlindungan habitat, penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar, hingga pendidikan lingkungan sejak usia dini.

Pemerintah juga perlu memperkuat kebijakan pelestarian yang menjangkau spesies non-karismatik seperti binturong. Masyarakat luas, terutama generasi muda, perlu diberi akses informasi yang benar dan menarik agar mereka bisa menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing.

Baca Juga  Menciptakan Ekonomi Kreatif Berbasis Pembangunan Infrastruktur Monumental Melayu  

Menjaga binturong bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Tanpa binturong, banyak jenis pohon tidak akan tersebar secara alami, dan ini bisa memicu efek domino terhadap keberlangsungan flora dan fauna lainnya. Binturong adalah penjaga hutan tropis yang sering tak terlihat—tetapi sangat vital bagi kehidupan.

Sudah saatnya kita memberikan perhatian yang layak bagi satwa ini. Binturong bukan hanya unik karena aromanya yang mirip popcorn, tetapi juga karena ia adalah bagian tak terpisahkan dari jantung hutan kita. Jangan tunggu sampai suaranya benar-benar menghilang dari malam hutan tropis untuk mulai peduli.

Dyva Aulya