Demikian dikatakan salah satu perwakilan pengunjuk rasa Mulyadi kepada wartawan.

“Warga sudah kesal dengan perusahaan tambak ini. Puluhan sumur warga tercemar. Sekarang air sumur kami terasa asin seperti air laut. Mediasi dengan perusahaan sudah, pihak LH Provinsi Babel dan Kabupaten Basel sudah turun, tapi belum ada solusinya,” kata Mulyadi.

Menurutnya, perusahaan sudah memenuhi kebutuhan air warga dengan menyalurkan air kolamnya ke rumah-rumah warga namun kolam tersebut kering dan air berubah menjadi kotor. Sehingga kebutuhan air bersih tetap kurang.

“Sekarang ini lagi musim panas, masyarakat butuh air bersih. Kemana lagi kita harus mencari air bersih. Kami minta perusahaan bertanggung jawab atas pencemaran yang kami alami,” tambah Mulyadi.

Baca Juga  Pinjam Motor Malah Dijual ke Showroom, Petani di Desa Nangka Diringkus Polsek Payung

Selama ini, warga setempat menumpang di warga dan keluarga yang tidak terdampak pencemaran.

Hasil dari pemeriksaan LH Provinsi di tiga sampel sumur warga, kandungan garam di dalam air mencapai 2.000 hingga 4.000.

“Untuk itu, kita juga minta ketegasan dari Pemprov Babel dan Pemkab Basel, bagaimana nasib air bersih kami, karena air bersih ini adalah kebutuh pokok kita semua,” tambahnya.

Terpisah, Timelines.id berupaya mengonfirmasi manajemen PT SBB, LH Provinsi Babel dan LH Basel terhadap tuntutan warga Dusun 4 Desa Rajik, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.