Tak terasa air mata sang penyair Bangka Selatan menetes, membasah.

Diiring isak sedu sedan saat meneriakkan bait bait puisi karya KH. Zamawi Imron.

Puisi itu berjudul “Ibu”.

Penghayatan yang begitu mendalam membuat hening suasana Himpang lime.

Suasana berubah jadi gemuruh sorak bangga telah dilahirkan oleh seorang ibu.

Saat kata Ibu di sampaikan lirih dan penuh arti oleh Yoelchaidir sang pujangga dari Selatan pada malam Minggu ketiga Juni 2025 yang lalu.

Sebelumnya Camat Tukak Sadai Felly Husaini membacakan puisi karya Yoelchaidir berjudul “Setangkai Rindu yang Mengering”.

Puisi ini kisah nyata tentang pengalaman hidup sang penulis puisi.

Baca Juga  Misteri Sebuah Lukisan