Dihantam Badai, Tujuh Nelayan asal Burung Mandi 6 Jam Hilang Kontak
Setiba di pantai burung mandi, Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan keluarga korban dan aparat desa. Terkait rencana pencarian kepada para korban yang masih dinyatakan hilang. Pencarian didukung menggunakan 8 kapal milik rekan-rekan korban.
“Kami juga menerjunkan 1 unit RIB atau Rigid Inflatable Boat milik Basarnas. Pencarian dilakukan dengan menyisir dan berpencar di sekitaran perairan Pulau Kandis hingga Pulau Elang. Saat itu, Yadi berhasil ditemukan nelayan yang ada di sekitaran perairan,” ujarnya.
Korban pertama ditemukan sekira jam 02.00 Wib berada di atas kapalnya yang terbalik dalam keadaan selamat. Disusul Sudar yang berhasil ditemukan pada pukul 02.30 Wib dalam keadaan selamat di atas kapal miliknya yang juga dalam keadaan terbalik.
Kemudian kedua korban dievakuasi ke Pantai Burung Mandi. Tim Gabungan pun bergegas melanjutkan penyisiran menggunakan RIB menuju perairan Pulau Elang. Pukul 08.30 korban Ruing berhasil ditemukan di Perairan Pulau Bakau dalam keadaan selamat.
Posisinya sedang berada di atas kapal miliknya dalam keadaan terbalik. Lalu korban terakhir Muhaijin ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan selamat di perairan pulau kandis berada di atas kapal nelayan yang terdapat di sekitaran perairan tersebut.
“Korban terakhir ditemukan pukul 10.45 Wib. Kemudian Tim SAR Gabungan mengawal perjalanan kapal nelayan itu hingga menuju Pantai Burung Mandi. Atas ditemukan seluruh korban, maka operasi SAR secara resmi ditutup,” kata I Made Oka Astawa.
