Dalam ceramahnya, Abdul Somad menyampaikan tema “Manusia Terbaik di sisi Allah SWT’ memiliki 3 ciri utama, yaitu:

  • Aqidah dan Tauhidnya Baik

Aqidah atau tauhid merupakan pondasi utama bagi hidup umat manusia. Dua kalimat Syahadat merupakan perjanjian sakral yang takboleh diingkari. Allah SWT adalah tuhan umat manusia satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-NYA. Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah SWT yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliah ke zaman yang terang benderang seperti saat ini.

Ciri “Manusia Terbaik di sisi Allah SWT’ yang pertama adalah umat manusia yang memiliki aqidah dan tauhid secara kokoh dan istiqamah. Ia tidak pernah menyekutukan Allah SWT dan Rasul-NYA serta tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan syirik.

  • Ibadahnya Baik
Baca Juga  Marpaung Jadi Staf Ahli, H Mulyono Kepala Inspektorat Bangka Selatan

Umat Muslim hendaknya senantiasa menjalankan dan menjaga rukun Islam yang 5. Rukun Islam tersebut adalah syahadat, salat, puasa, zakat dan haji. Salat adalah tiang agama. Barangsiapa meninggalkan ibadah shalat, artinya ialah ia telah merobohkan agama Islam. Salat juga merupakan ibadah yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat. Ciri-ciri yang kedua “Manusia Terbaik di sisi Allah SWT’ ialah umat manusia yang senantiasa menjaga ibadahnya secara baik. Menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangan-NYA

  • Akhlaqnya Baik

Ciri terakahir “Manusia Terbaik di sisi Allah SWT’ adalah umat manusia yang senantiasa memiliki akhlaq yang baik. Hablum minallah (Hubungan dengan Allah SWT) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia) harus senantiasa terjaga. Aqidah dan ibadah saja tidaklah cukup untuk menjadi “Manusia Terbaik di sisi Allah SWT’. Akan tetapi, “Manusia Terbaik di sisi Allah SWT’ harus termanifestasi dalam bentuk akhlaq dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Putra-putri Basel Siap-Siap, BKPSDM Buka Seleksi 20 Formasi CPNS, Catat Jadwal dan Tahapannya

Di sela-sela ceramahnya, Ustaz Profesor Haji Abdul Somad Batubara, Lc,D.E.S.A., Ph.D juga menyampaikan dan mengingatkan bahwa pada bulan Muharam ini, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah.

Terdapat dua puasa sunah pada bulan Muharam ini, yakni puasa sunah Tasua (9 Muharam) dan puasa sunah Asyura (10 Muharam). Jika puasa Asyura sebagai penggugur dosa umat Muslim setahun yang lalu, maka puasa Tasua disebutkan sebagai pembeda umat Muslim dengan Yahudi, yang mana mereka hanya melakukan puasa sunah di hari Asyura.