Senada dengan Nathan, Bryan (16) juga mengaku jatuh cinta pada basket karena tantangannya yang unik.

“Basket itu sulit tapi seru. Bolanya harus masuk ke ring yang kecil, dan kita juga diganggu lawan. Harus cepat, tepat, dan kerja sama tim itu penting banget. Saya ingin jadi atlet nasional juga,” kata Bryan.

Sementara itu, Dian (31), pelatih basket yang melatih para remaja tersebut, mengungkapkan kebahagiaannya bisa membagikan ilmu kepada generasi muda.

“Anak-anak ini baru mulai, mereka butuh bimbingan dan motivasi. Kalau rutin latihan dan sering bertanding, mereka pasti berkembang. Kuncinya konsisten,” jelas Dian.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang telah menyediakan fasilitas lapangan basket yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga  Langkah Nyata PT Timah Cetak Talenta Muda: 20 Siswa Pemali Boarding School Lolos SNBP ke PTN

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah. Anak-anak jadi punya tempat latihan yang layak. Harapannya, ke depan PT Timah bisa menambah fasilitas pendukung seperti penerangan malam, supaya anak-anak juga bisa latihan saat malam hari seperti dulu,” tutupnya.