Terus Tumbuh, Kini Bangka Tengah Miliki 25.900 Pelaku UMKM
“Termasuk yang cukup menantang adalah literasi digital para pelaku UMKM kita di Bateng yang masih rendah. Ini penting, karena mereka harus bisa memanfaatkan platform digital seperti e-commerce untuk memperluas pasar,” tutur Irwandi.
Selain itu, Irwandi juga menekankan pentingnya kesadaran terhadap legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal.
“Sekarang banyak program sertifikasi halal yang digratiskan pemerintah. Tapi memang harus kita yang proaktif sosialisasikan ke mereka pentingnya legalitas ini untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Guna mendukung pengembangan UMKM, Disperindagkop-UKM Bangka Tengah juga aktif melakukan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya bekerja sama dengan perguruan tinggi dan stakeholder lain untuk promosi produk.
“Kemarin kita bekerja sama dengan STIE IBEK untuk bantu promosi produk UMKM. Selain itu, sudah tersedia beberapa tempat khusus untuk menampung dan menjual produk-produk UMKM,” terang Irwandi.
Ia berharap, dengan kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, pelaku UMKM di Bangka Tengah bisa semakin berkembang, mandiri, dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
