“AI ini dapat mempermudah pelaku untuk melakukan manipulasi, apabila korban sudah memasuki sistem, AI memang banyak memberikan kemudahan, tapi juga ada ancaman yang harus kita antisipasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, BSSN sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam keamanan siber dan sandi nasional, memiliki peran untuk memastikan transformasi digital berjalan secara aman dan berkelanjutan.

“TTIS ini merupakan ekosistem penting yang memiliki peran kunci dalam pengelolaan dan penanganan insiden siber. Nantinya, tim ini akan bertugas serta bertanggung jawab untuk menangani dan memulihkan insiden siber organisasi, termasuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, siber ini memiliki kerentanan dalam aspek teknologi, tata kelola dan human.

Baca Juga  Hakim PN Koba Tolak Praperadilan Kasus Pencurian 3 Warga Batuberiga

“Teknologi saja tidak cukup, apabila tata kelola dan humannya tidak memilki krediblitas, sehingga TTIS ini harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu,” imbuhnya.