“Meski situasi di Pangkalpinang relatif aman dan kondusif, namun kewaspadaan terhadap paham-paham yang menyimpang tetap perlu ditingkatkan, terutama melalui edukasi seperti yang dilakukan hari ini,” tambah Subekti.

Ia juga mengatakan betapa pentingnya untuk memahami materi yang disampaikan agar kita bisa menjaga Pangkalpinang tetap aman dan harmonis, salah satu poin penting dari narasumber tadi adalah bijak dalam bermedia sosial.

“Ternyata dari hasil pemantauan, sekitar 80 persen akun yang aktif menyebarkan konten mengarah ke paham-paham radikal, sedangkan akun-akun yang positif justru lebih sedikit,” ujarnya.

Ia berharap, peserta yang hadir dapat menyampaikan kembali materi yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing, terutama para remaja masjid yang masih duduk di bangku sekolah.

Baca Juga  Masyarakat Antusias Saksikan Explore Babel 2025 di Hari Kedua

Dengan demikian, generasi muda kita bisa menjadi benteng pertahanan ideologi bangsa di tengah gempuran informasi global.

“Kita dorong agar mereka bisa menjaga diri dan mengantisipasi sejak dini pengaruh buruk dari paham-paham tersebut, termasuk menyaring informasi di media sosial,” tutup Subekti.**