Setelah pencarian dinilai nihil, keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ke Kansar Pangkalpinang untuk minta bantuan SAR. Menerima informasi itu, Kansar Pangkalpinang menerjunkan 1 tim rescue menuju lokasi kejadian pada koordinat 2°27’24.9″S 105°56’53.4″E.

“Dalam perjalanan menuju lokasi, Tim SAR menerima info dari warga bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dengan jarak 2 Km dari lokasi kejadian awal. Tim SAR Gabungan lalu bergegas mengevakuasi dan membawa korban,” tambah dia.

“Jadi korban ditemukan dalam kondisi lemas dan langsung dibawa menuju rumahnya di Pangkalpinang. Setelah kami kumpulkan data dan fakta, korban tersesat di hutan saat mencari burung. Ketika kami hendak turun, korban lalu ditemukan selamat,” jelas I Made Oka.

Baca Juga  3 Penambang yang Hilang di Laut Tembelo Ditemukan Selamat

Menurut penuturan korban, dia saat itu hendak kembali setelah mencari burung pada 20 Juli 2025 sekira pukul 17.00 Wib. Korban kebingungan dan tersesat. Korban berjalan tanpa tentu arah hingga hari ketiga mendengar suara pekerja yang sedang menebang kayu.

Korban kemudian menghampiri suara dan meminta bantuan pada penebang kayu untuk mengantarnya ke pondok tempat korban menitipkan motornya. Atas kejadian ini, ia mengimbau untuk masyarakat agar senantiasa melapor insiden yang mengancam jiwa manusia.

“Laporkan kepada basarnas secepat mungkin kalau ada kejadian seperti ini. Pelayanan jasa SAR tentunya 100 persen gratis. Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap unsur SAR Gabungan yang turut membantu dalam pencarian terhadap korban,” ujar Oka.

Baca Juga  Nakhoda Tug Boat Meninggal Sesak Napas di Perairan Belitung