“Bagus juga secara sosialnya. Ada visi misi BERBENAH untuk Pangkalpinang yang dalam beberapa tahun terakhir ini memang agak kacau,” tambahnya.

Berangkat dari hal demikian, menurut Yona, ia dan teman-temannya lantas meminta waktu untuk bertukar pikiran dengan Basit Cinda dan Ustad Deda. Kemudian terjadilah pertemuan dalam bingkai diskusi yang konstruktif bersama tokoh muda karismatik, itu.

Dari pertemuan itu, Yona dan rekan-rekannya lalu membentuk kelompok Perempuan BERBENAH untuk membantu pasangan Basit Cinda-Ustad Dede dalam menyampaikan gagasan kepada teman-teman sebaya.

“Bagi kami para anak muda, diskusi dengan Pak Basit maupun Ustad Dede itu nyambung. Frekuensinya kami langsung nyetel. Keduanya cerdas dan mampu menerjemahkan gagasan-gagasan anak muda,” ujarnya.

Baca Juga  Seru! Pemain Pro Liga Meriahkan Turnamen Voli HUT ke-77 Bhayangkara Polda Babel

Dengan terwadahi dalam kelompok yang bernama Perempuan BERBENAH, ide-ide dan masukan konstruktif dari perspektif kaum hawa Gen-Z, menurut Yona dapat mudah disampaikan.

“Jadi, menurut kami Gen-Z, integritas Pak Basit dan Ustad Dede ini layak kami jadikan dukungan, agar ke depan Pangkalpinang gak lagi stuck di permasalahan lama yang tak kunjung dibenahi,” ujar dia. (*)