Lindungi Satwa Endemik, PT Timah Laksanakan Program Kehati hingga Pusat Penyelamatan Satwa
“Melalui program reklamasi dan revegetasi, Perusahaan menanam kembali berbagai jenis pohon lokal yang menjadi sumber pakan dan tempat berlindung satwa liar dan endemik,” kata Anggi.
Selain menjaga habitat, perusahaan juga rutin melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melindungi satwa endemik. Edukasi ini dilakukan bersama Alobi Foundation.
“Satwa endemik merupakan bagian penting dari ekosistem. Jika mereka punah, maka keseimbangan alam akan terganggu. Karena itu, Perusahaan berupaya untuk menjaga kelestarian mereka melalui pendekatan kolaboratif bersama masyarakat, lembaga konservasi dan Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Manager PPS Alobi Air Jangkang, Endy R. Yusuf mengatakan mereka bersama PT Timah telah melakukan upaya konservasi ex situ dan rehabilitasi satwa liar dan endemik sejak tahun 2018 silam.
Saat ini kata Endy, ada 93 satwa liar yang sedang direhabilitasi di PPS Alobi Air Jangkang diantaranya ada satwa endemik Bangka Belitung seperti mentilin atau tarsius, pelanduk, ayam jembang atau ayam hutan, elang laut dan lainnya.
Menurutnya, selain melakukan rehabilitasi mereka bersama PT Timah juga melaksanakan pelepasliaran satwa ke habitat aslinya. Endy menjelaskan satwa liar berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kami juga melakukan edukasi dan sosialisasi tentang menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan perburuan atau menangkap satwa liar. Kami juga apresiasi komitmen PT Timah dalam untuk menjalankan penyelamatan satwa dan juga menjaga keanekaragaman hayati yang telah dilakukan secara berkelanjutan,” tutup Endy. (*)
