Maka, gebrakan Bupati Basel sangat dinanti untuk memaksimalkan PAD sebagai langkah strategis menuju kemandirian fiskal. Semua potensi ini adalah peluang yang selama ini tersembunyi.  Potensi PAD yang belum tergarap maksimal, di mana Bangka Selatan memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, misalnya;

  • Wisata Bahari: Pantai Penyusuk, Pulau Dapur, Pulau Kelapan bisa menjadi magnet wisatawan jika dikelola profesional.
  • Pertambangan dan Perikanan: Masih menyimpan peluang besar jika dikelola transparan dan berkelanjutan.
  • UMKM dan Ekonomi Kreatif: Produk lokal seperti kerupuk ikan, kerajinan tangan, dan kuliner khas bisa ditingkatkan melalui pelatihan, digitalisasi, dan promosi.
  • Festival Budaya: Gagasan seperti “Festival Kuliner Ikan Salai” bisa menjadi ikon tahunan yang menggerakkan ekonomi lokal.

Konsep “Blue Economy atau Ekonomi Hijau,” sangat relevan untuk Bangka Selatan, mengingat potensi perikanan dan pariwisata Bahari menunjukkan visi jangka Panjang di mana berkelanjutan ekologi dan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan dalam mendongkrak PAD dari sektor kelautan dan pariwisata.

Baca Juga  Ketika Hukum Diciptakan Tanpa Refleksi Filosofis

Kabupaten Bangka Selatan harus dapat mengangkat suara untuk mandiri menghindari dari dominasi dana transfer pusat. Langkah ini bukan sekadar kebijakan—ini adalah panggilan. Panggilan untuk menggali kekuatan lokal. Untuk mewujudkan itu semua, tentu diperlukan komitmen kuat. Bupati Basel harus memulai dengan langkah-langkah strategis:

  1. Strategi Implementasi yang Konkret
  • Revitalisasi BUMD yang selama ini mati suri, segera  dihidupkan Kembali, disertai audit menyeluruh. Jika perlu, bentuk BUMD baru dengan model bisnis yang jelas dan professional, dan menempatkan orang yang tepat bukan orang dekat.
  • Buat roadmap pengembangan PAD berbasis sektor prioritas: wisata, UMKM, dan perikanan.
  • Bentuk tim khusus promosi daerah dan branding digital Bangka Selatan.
  1. Transparansi dan Tata Kelola
  • Setiap rupiah PAD harus dikelola dengan akuntabilitas tinggi. Libatkan masyarakat dalam pengawasan anggaran.
  • Terapkan sistem pelaporan publik berbasis digital agar masyarakat tahu ke mana uang mereka digunakan.
  1. Edukasi dan Partisipasi Masyarakat
  • Sosialisasi bahwa pajak dan retribusi akan kembali dalam bentuk pembangunan: pasar modern, fasilitas wisata, dan pelatihan UMKM.
  • Libatkan komunitas lokal dalam pengembangan festival, promosi produk, dan pelestarian budaya.
  1. Kemitraan dan Inovasi
  • Gandeng swasta dan platform digital untuk membuka akses pasar bagi UMKM.
  • Bentuk inkubator ekonomi kreatif berbasis desa untuk mendukung seniman, desainer, dan pegiat budaya.
  • Bangun infrastruktur pendukung seperti jaringan internet, akses transportasi, dan fasilitas wisata.
  1. Belajar dari Daerah Lain
  • Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka telah menunjukkan peningkatan wisata nusantara, Di mana Desember tahun 2024 kunjungan wisata Nusantara, masing-masing daerah sebesar 111.175 dan 87.225 wisatawan,
  • Bali membuktikan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung PAD. Bangka Selatan tak perlu meniru, cukup menjadi dirinya sendiri: kuat, unik, dan mandiri.
Baca Juga  Belajar dari Fenomena Kemenangan Kotak Kosong Pilkada Serentak 2024

Gebrakan Bupati Basel bukan sekadar gebrakan kebijakan fiskal, tapi panggilan untuk menggali kekuatan lokal. Kemandirian daerah bukan soal angka semata, tapi soal harga diri dan harapan masa depan.

Pemerintah daerah harus berani mengambil langkah strategis, dan masyarakat harus siap mendukung—dengan membayar pajak tepat waktu, mempromosikan produk lokal, dan ikut serta dalam festival budaya.

Mari kita jadikan Kabupaten Bangka Selatan sebagai teladan kemandirian finansial. Masa depan yang mandiri dimulai dari langkah kecil hari ini. Ingat akan slogan yang selalu dilontarkan – Negeri Junjung Besaoh – Asak Kawak Kite Pacak.

Pertanyaannya: gebrakan konkret apa yang akan kita saksikan dari Bupati Basel, dan bagaimana kita, sebagai masyarakat, akan mendukungnya?

Baca Juga  Menebar Pendekar dan Srikandi Literasi ke Seluruh Penjuru Negeri Junjung Behaoh