Babel akan Jadi Sentra Kelapa Nasional: Bakal Dibangun Pabrik Senilai Rp1 Triliun
“Kalau kita serius, investor siap bangun pabrik di Bangka dan Belitung dengan nilai investasi hampir satu triliun rupiah. Ini peluang besar bagi kita,” kata Hidayat optimistis.
Gubernur Hidayat berharap Babel dapat dikenal sebagai sentra kelapa nasional, yang menggerakkan ekonomi desa, dan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat Babel.
Sementara itu, Wardinam, perwakilan dari investor yang hadir, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menyediakan bibit dan pendampingan bagi petani.
Ia menjelaskan, skema kerja sama tidak melibatkan pembelian lahan, melainkan kemitraan murni antara pemilik tanah dan perusahaan.
“Kami tidak akan beli tanah, hanya ingin kerja sama. Kami akan siapkan model pembibitan 500 ribu hingga 1 juta bibit, bekerja sama dengan kelompok tani,” ungkapnya.
Kendati begitu, dirinya mengingatkan legalitas lahan para petani.
“Pihak investor menginginkan legalitas lahan yang jelas dan tidak tumpang tindih. Mereka juga menegaskan agar seluruh bibit yang diberikan benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik, karena nantinya perusahaan akan melakukan pengawasan secara langsung di lapangan,” jelas Wardinam.
Investor juga akan menyediakan pupuk, penyuluhan, serta pendampingan teknis hingga masa panen. Keuntungan hasil panen akan dibagi 20 persen untuk pemilik lahan sesuai kesepakatan.
Ditambahkan dia, perusahaan telah berpengalaman lebih dari 40 tahun di bidang pertanian kelapa ini dan siap mendampingi masyarakat ke depan, dengan tetap membuka peluang untuk sistem tumpangsari.
“Kalau petani mau tanam jagung di sela-sela pohon kelapa, silakan. Itu akan menambah hasil produksi petani,” ujar Wardinam.
