Kepsek Klarifikasi Kasus Dugaan Bullying: Tidak Ada Kekerasan Fisik hanya Mengolok-olok Saja
Atas perlakuan bully verbal itu, kepala sekolah langsung melakukan tindakan tegas dengan membuat pernyataan jika 6 siswa mengulangi perbuatannya maka akan dikeluarkan dari sekolah.
“Surat pernyataan itu ditandatangani siswa dan orang tuanya. Kami langsung menindaktegas laporan Itu,” ujar Cholid.
Di sisi lain, Anshori menjelaskan sebenarnya pihak sekolah akan menjenguk ZH usai mengetahui diopname di RSUD Basel.
“Sebenarnya sekolah mau menjenguk. Guru kelas sempat komuniasi via wa ke ibu ZH. Namun karena waktu itu ZH akan dioperasi sehingga rencana batal. Dan sekolah mengetahui siswa telah meninggal dunia,” sebut Anshori.
Anshori menambahkan Pemkab Basel melalui BKPSDM dan Inspektorat turun ke sekolah melakukan investigasi atas dugaan bullying tersebut.
“Selain itu, untuk dugaan kekerasan fisik yang disampaikan keluarga korban, kita serahkan kepada pihak kepolisian melakukan penyelidikan,” tambah Anshori.
Sebelumnya, korban ZH meninggal di RSUD Basel pada Minggu (27/7/2025) pagi. Direktur RSUD Basel, dr Helen Sukendy menyebut berdasarkan hasil diagnosis dokter yang menangangi ZH, pelajar tersebut mengalami infeksi usus atau kondisi peradangan pada saluran pencernaan. Korban sempat menjalani operasi dan dan meninggal dunia pada hari Minggu kemarin.
Mengutip alodokter.com, bullying verbal adalah segala bentuk perundungan yang terjadi melalui kata-kata, baik dengan ucapan secara langsung maupun tulisan. Ini merupakan jenis bullying yang paling umum serta bisa dialami siapa pun dan di mana pun, termasuk di sekolah, keluarga, lingkungan kerja, bahkan di media daring.
Bullying atau perundungan adalah perilaku kasar yang dilakukan individu atau kelompok secara sengaja untuk mengintimidasi, mengganggu, menyakiti, atau mempermalukan orang lain.
