Mahasiswa Unmuh Babel Laksanakan PMM di Desa Baskara Bakti: Menghidupkan Warisan Bahari Suku Sekak Lewat Literasi, Konservasi, dan Kearifan Sosial
Selama 60 hari pelaksanaan, program PMM ini mencakup delapan kegiatan utama yang secara sistematis dirancang untuk menjawab kebutuhan dan potensi mitra:
- Pelatihan Manajemen Organisasi Berbasis Budaya Lokal, untuk memperkuat tata kelola Karang Taruna dan Pokdarwis dengan pendekatan digital dan lokal.
- Kelas Kreatif “Foto Cerita Sekak”, sebagai ruang ekspresi visual generasi muda dalam mendokumentasikan narasi budaya pesisir.
- Program “Sekak Muda Bercerita”, produksi film pendek berbasis kisah lokal, yang memperkuat identitas dan literasi budaya Suku Sekak.
- Pojok Literasi Sekak, yaitu ruang baca tematik di Balai Desa yang menyediakan bacaan tentang budaya, lingkungan, dan cerita rakyat pesisir.
- Lokakarya Mini “Peta Wisata Impian”, yang memetakan potensi wisata berbasis budaya dan alam melalui teknologi digital (SIG dan drone).
- Pelatihan “Storytelling Wisata Pesisir”, untuk membentuk pemandu wisata lokal yang mampu mempromosikan desa secara naratif dan edukatif.
- Workshop Desain Paket Wisata Berbasis Cerita Lokal, termasuk pembuatan booklet dan video promosi untuk pengembangan destinasi.
- Kampanye “Laut Bersih, Warisan Sekak”, yang mengajak masyarakat menjaga laut melalui aksi bersih pantai, edukasi, dan media kreatif.
Selain kegiatan utama, mahasiswa dan dosen pelaksana juga membuka ruang untuk berbagai kegiatan pendukung, seperti:
- Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus bersama warga, yang diisi dengan upacara dan lomba.
- Pembuatan Ecobrick, sebagai upaya pemanfaatan limbah plastik untuk mendukung bangunan ramah lingkungan.
- Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme, dengan melibatkan warga desa dalam praktik sederhana pengolahan limbah organik rumah tangga.
- Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint, sebagai inovasi pemberdayaan ekonomi kreatif warga desa dengan memanfaatkan daun dan pewarna alami untuk menciptakan produk ramah lingkungan bernilai jual.
Pelaksanaan PMM ini tidak hanya menjadi media pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas generasi. Dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan konservasi pesisir, penguatan identitas komunitas Suku Sekak, serta peningkatan kapasitas pemuda dan kelompok wisata dalam membangun Desa Baskara Bakti yang inklusif, lestari, dan berdaya saing budaya.
Antusiasme warga terlihat sejak awal kedatangan tim PMM pada 28 Juli 2025, yang disambut hangat oleh pemerintah dan warga desa. Rangkaian kegiatan disusun secara sistematis melalui koordinasi rutin, observasi lapangan, dan penyusunan timeline detail. Setiap kegiatan didesain agar berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus membuka ruang refleksi dan pembelajaran sosial budaya bagi para mahasiswa.
Dengan semangat “Serumpun Sebalai,” kolaborasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis budaya lokal yang bisa direplikasi di wilayah-wilayah pesisir lainnya di Kepulauan Bangka Belitung dan Nusantara.
