Ia mengatakan, sebelum ditemukan tak bernyawa di dasar Laut Teluk Inggris, korban bekerja seperti biasanya dengan cara menyelam. Selama 2 jam menyelam, 3 rekannya tidak melihat pasir naik ke atas ponton. Justru yang naik ke ponton malah air laut tersebut.

“Katanya korban sempat diberi kode 4 kali ipat selang kompresor. Harusnya korban naik ke permukaan, ini malah tidak. Karena curiga, pekerja di atas meminta penyelam ponton lain untuk mengecek ke dalam laut dan temukan korban sudah meninggal,” terangnya.

Sementara itu, Endang, warga lainnya juga membenarkan kejadian itu. Dirinya mengatakan setelah korban ditemukan tewas, pekerja langsung melakukan evakuasi. Korban baru bekerja dengan BI dikarenakan tempat sebelumnya sedang tidak bisa beroperasi.

Baca Juga  Umat Tionghoa di Kota Mentok Gelar Tradisi Sembahyang Rebut

“Jadi korban langsung dievakuasi oleh rekannya ke atas ponton. Lalu jenazah korban dibawa ke kontrakan di Senang Hati. Korban baru bekerja dengan BI karena tempat sebelumnya bekerja sedang mengalami kerusakan dan tidak bisa beroperasi,” jelas Endang.