“Ini adalah langkah tepat dan strategis yang harus kita dukung bersama demi keselamatan masyarakat,” ujar Leviyan.

Ia menambahkan bahwa selama ini banyak warga Bangka Belitung penderita penyakit jantung dan stroke yang terpaksa harus dirujuk ke Jakarta guna mendapatkan perawatan medis yang memadai. Kondisi tersebut dinilai memberatkan masyarakat, baik dari segi biaya transportasi maupun waktu penanganan darurat.

“Kehadiran rumah sakit spesifik ini akan memotong birokrasi penanganan medis. Warga kita tidak perlu lagi bertaruh nyawa di perjalanan menuju Jakarta hanya untuk mendapatkan fasilitas pengobatan jantung dan stroke yang layak,” tegasnya.

Leviyan juga optimis mengenai skema pengembalian pinjaman ke Bank Sumsel Babel yang nantinya akan memanfaatkan dana bagi hasil (DBH) dari PT Timah. Skema ini dinilai realistis dan tidak akan membebani postur APBD untuk program prioritas lainnya.